Riau Kuytanda – Selebgram Habib HDW Sekaligus Mewakili Keluarga seorang bayi berusia satu bulan di Duri, Riau, meluapkan kekecewaan mereka terhadap pelayanan salah satu rumah sakit di kota tersebut. Mereka menilai kondisi bayi yang mengalami sesak napas tidak ditangani secara serius, meskipun sudah dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada malam hari dalam keadaan darurat.
Bayi tersebut diketahui lahir melalui operasi dan sempat dirawat selama seminggu di inkubator. Namun pada 25 Juli 2025, bayi kembali mengalami gejala batuk, flu, dan sesak napas. Dokter yang menangani saat itu menyarankan agar jika kambuh, segera dibawa ke IGD.
Benar saja, pada 29 Juli 2025 tengah malam, bayi kembali mengalami sesak napas cukup berat. Keluarga membawa ke IGD sekitar pukul 02.00 WIB. Namun menurut pengakuan keluarga, dokter hanya memeriksa sebentar dan tidak memberikan obat, bahkan menyarankan untuk kembali ke poli anak keesokan hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat datang ke poli anak keesokan paginya, keluarga justru kembali mendapat jawaban serupa: tidak ada obat yang diberikan, dan hanya diarahkan untuk menggunakan resep sebelumnya.
Khawatir dengan kondisi bayi, keluarga memutuskan membawa ke rumah sakit lain. Di sana, bayi langsung didiagnosis mengalami denyut jantung terlalu cepat dan harus dirawat inap. Karena kamar rawat inap penuh, bayi baru bisa ditangani pagi harinya.
“Gak mungkin sesak dari jam 11 sampai jam 2 itu gak ada masalah. Tapi malah disuruh pulang, gak ada tindakan,” ujar Habib HDW dengan nada kecewa.
Kasus ini mendapat perhatian luas, termasuk dari selebgram dan aktivis sosial Habib HDW, yang dikenal sering menyoroti isu pelayanan publik.
“Kalau ini bukan kelalaian, apa namanya? Ini nyawa bayi, bukan angka statistik!” tulis Habib HDW melalui akun Instagram-nya.
Hingga kini, pihak rumah sakit yang bersangkutan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan ini.








